Like on Facebook

banner image

Common

banner image

Hati - hati! Media sosial dapat menjadi racun kehidupan


 Pada awalnya, media sosial berfungsi sebagai jejaring pertemanan dan berkomunikasi. Sekarang, media sosial lebih menyerupai alat untuk menunjukkan eksistensi diri dalam semua hal.

Kita jadi lebih mudah menikmatinya. Hanya dengan melalui media sosial, kita jadi dapat melihat seseorang lebih jelas sehingga mengerti dan memahami dengan jelas juga. Ini rentan akan membuat seseorang kecanduan, kata Anggia Chrisanti, konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria (@ig_giadc).

Tidak perlu bertemu atau berbicara langsung, seseorang dapat merasa paling tahu tentang sesosok yang dilihatnya lewat media sosial. Mengetahui dia itu sedang apa, sedang merencanakan apa, pakai barang-barang apa saja, berhubungan dengan siapa, dan lain-lain.

Tetapi, Anggia menjelaskan, kecanduan tidak hanya dialami oleh orang-orang yang melihat atau para penguntit tapi juga pecandu bagi mereka yang terus mem- posting semua aktivitasnya melalui media sosial.

Baca juga: Alangkah mudahnya membuat blog untuk pemula.

Sayangnya, semua yang bersifat visual diupayakan dikemas lebih menarik dari pada aslinya. Kamera 360 atau B12 adalah salah satu contoh untuk mengedit foto wajah agar dapat lebih cantik dan menarik untuk di- posting . Tentunya tidak ada orang yang mau kelihatan jelek untuk dilihat banyak orang di media sosial, terang Anggia.

Sayangnya lagi, bukan hanya foto wajah yang ingin terlihat cantik dan menarik. Kehidupan pribadi pun bisa juga dibentuk agar dapat terlihat asyik dan sempurna di media sosial. Tidak apa-apa jika memang benar sempurna kehidupannya. Namun akan menyedihkan kalau aslinya ternyata tidak seasyik dan sesempurna itu, ujar Anggia. "Jika ini sudah terlanjur terjadi, maka patutlah kita lebih berhati-hati. Terjebak dalam dunia kepalsuan hanya membuat pikiran lelah.

Berikut adalah tanda - tanda kita mulai harus lebih berhati-hati dalam bermain media sosial:

  • Dalam waktu satu jam berkali-kali membuka media sosial.

  • Dalam waktu satu hari bisa lebih dari satu kali memposting, terutama dalam bentuk visual.


  • Dalam waktu sehari merasa diwajibkan untuk melihat-lihat atau mengintip akun orang-orang tertentu.

    Baca juga: Hal yang perlu diketahui sebelum menambang Bitcoin.

  • Menjadikan apa yang harus dilihat di media sosial sebagai patokan dalam kehidupan nyata (tempat makan, tempat nongkrong, tempat liburan, dan lain-lain). Pokoknya, semuanya mau seperti yang orang lain lakukan juga.

Itulah tanda - tandanya, nah mulai sekarang kita harus tetap berhati - hati dalam bermain media sosial.
    Hati - hati! Media sosial dapat menjadi racun kehidupan Hati - hati! Media sosial dapat menjadi racun kehidupan Reviewed by Dext on 12/17/2016 Rating: 5

    2 komentar:

    Banner

    iklan banner
    Diberdayakan oleh Blogger.